Bersih Desa

Kepatuhan masyarakat kepada Yang Maha Kuasa bagi warga Jambuwer bisa mempunyai berbagai bentuk. Sebagai orang jawa, kadang kita merasa tidak cukup hanya melakukan ibadah – ibadah yang sudah baku, sehingga kemudian terjadi kreatifitas – kreatifitas budaya yang semakin memperkaya kepatuhan kepada Tuhan tersebut. Demikian juga dalam rangka bersyukur atas apa yang Ia berikan kepada seluruh penduduk desa, yang dikenal dengan sebutan bersih desa. Secara sederhana kegiatan bersih desa bertujuan bersyukur ke hadirat Illahi atas karunia yang telah diberikan, terutama alam dan segenap isinya. Sehingga tidak jarang kegiatan ini dilakukan pada sumber – sumber alam yang menjadi hajat hidup orang banyak, seperti sumber air. Di desa Jambuwer itu yang dilakukan pada saat bersih desa. Melakukan tasyakuran / selamatan yang ditujukan kepada Sang Penguasa alam.

Setelah kegiatan tersebut, biasanya ditambah dengan kegiatan – kegiatan hiburan untuk lebih mempererat persaudaraan diantara warga desa. Ada banyak cara untuk berhibur bagi warga desa. Kegiatan bersih desa pernah diselingi dengan acara karnaval (seperti terjadi pada bulan januari 2010), ataupun jenis hiburan yang lain misalnya wayang kulit, atau kesenian lainnya yang dimiliki oleh masyarakat Jambuwer.

Karnaval bersih desa tahun 2010 bulan Januari, Bapak Sareh Suseno (kades 2000 – 2011) bersama peserta karnaval meng-arak sesaji untuk keselamatan desa
Pagelaran wayang kulit pada acara bersih desa

Ada yang baru yang dilakukan pada tahun ini, (november 2012).  Kepala desa periode 2011 – 2017, bapak Tuwuhadi, membacakan sejarah desa jambuwer di hadapan para warga pemirsa wayang – campursari. Menurut warga ini belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga warga merasa ini akan banyak manfaatnya khususnya bagi generasi penerus. Di tahun ini juga mulai dirintis kegiatan Tahlil Akbar pada malam sebelum puncak peringatan bersih desa.

selamatan-bersih-desa-jambuwer-2011
Selamatan dalam rangka bersih desa jambuwer tahun 2011

Bersih desa di tahun 2015 tergolong istimewa karena juga bertepatan dengan HUT RI ke 70 dan peresmian kantor pelayanan desa Jambuwer yang menjadi satu komplek dengan balai desa Jambuwer. Sehingga hampir selama 7 hari selalu ada pegelaran kesenian di balai desa Jambuwer yang puncaknya adalah santunan yatim piatu dan kunjungan bupati malang bapak Rendra Kresna.

Bapak Tuwuhadi (kades 2011 – 2017) menceritakan sejarah asal usul desa Jambuwer, 2015, bertepatan dg HUT RI ke 70 dan peresmian kantor pelayanan
Santunan anak yatim pada bersih desa tahun 2015, sebuah tradisi baru pada acara bersih desa
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s