Malam Tahun Baru di Jambuwer

Terbentuknya suatu tradisi atau budaya selalu melekat dengan manusia pelaku budaya atau tradisi tersebut. Suatu kegiatan yang sudah sejak lama dilakukan masyarakat kadang sulit untuk ditelusuri asal muasal kegiatan tersebut dilakukan. Pada era sekarang dengan komunikasi dan informasi yang begitu cepat, sedikit banyak juga mempengaruhi pola perilaku masyarakat. Hal itu juga yang mungkin terjadi pada masyarakat jambuwer dalam mensikapi setiap kejadian, misalnya pergantian tahun.

Waktu penulis kecil, kira – kira tahun 90-an, tidak ada kegiatan yang dilakukan warga pada saat pergantian tahun. Warga desa, seperti pada hari – hari biasa, tetap melakukan aktivitas – aktivitas normal, tidak ada libur ataupun acara untuk menyambutnya. Beberapa orang pemuda mungkin melakukan kegiatan di luar desa, di pusat – pusat hiburan yang ada di kota atau tetangga desa, yang kebetulan mayoritas beragama Kristen (Peniwen).

Adanya kegiatan pada malam pergantian tahun sepertinya mulai nampak pada sepuluh tahun terakhir (sekitar tahun 2000’an). Tentu saja ada banyak penyebab. Tahun 2000 bagi banyak orang adalah tahun istimewa, karena itu pada waktu itu mulai ada inisiatif warga (khususnya pemuda) untuk memperingati waktu yang istimewa tersebut. Tentu saja kegiatan tersebut bagi warga desa tidak ada kaitannya dengan acara keagamaan seperti yang dilaksanakan di desa tetangga. Seperti umumnya acara yang dilaksanakan di Jambuwer, acara kumpul – kumpul di malam hari merupakan salah satu hal yang menambah kerukunan dan kehangatan antar warga.

Pada tahun ini, 2013, tercatat ada tiga kegiatan warga dalam menyambut datangnya tahun baru 2014. Di dusun krajan warga mengadakan kegiatan bersama Koplak Budoyo, bertempat di Rt 04 Rw 01, rumah bapak Samuri. Selain itu, warga Rt 1 dan 2 juga mengadakan mele’an di bengkel cak Endang, sekedar minum kopi dan memutar film. Satu kegiatan warga lagi dilaksanakan di dusun glagaharum, bertempat Rt 23 Rw 06 rumah bapak Tukilan. Menurut hemat penulis, kegiatan – kegiatan tersebut dilakukan warga sebagai sarana silaturahmi saja, mele’an, makan minum ringan, bercanda dengan tetangga dan sebagainya. Jadi sama sekali tidak ada dengan kegiatan keagamaan.

Mungkin beberapa kelompok pemuda juga mengadakan kegiatan secara sporadis di wilayah masing – masing. Beberapa anggota JTA sepertinya melakukan adventure di malam hari. Itulah gambaran kegiatan warga Jambuwer pada malam pergantian tahun. Semoga semua kegiatan itu semakin menambah keanekaragaman tradisi yang ada di desa dan berdampak positif bagi semuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s