Genjot Pembangunan dan Transparansi Penggunaan Dana

Kepala desa bapak Tuwuhadi memaparkan perkembangan pembangunan Jambuwer pada Musrenbangdes, bersama BPD, LPMD dan masyarakat (2017)

Sumber : malangpost.net

MALANG – Kesuksesan pembangunan yang gencar dilakukan Tuwuhadi, Kades Jambuwer Kecamatan Kromengan membuat dirinya terpilih kembali menjadi kades untuk periode kedua. Kesuksesan paling menonjol adalah pembangunan 13 titik di Desa Jambuwer Tahun 2016 dan 15 titik tahun 2015. Bukan itu saja, selama menjadi Kades, Tuwuhadi juga lebih menekankan pada bidang kesehatan seperti Posyandu di tiap dusun.

Maka tak heran, kalau warga desa setempat kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin wilayah dengan luas total 69 hektar. Ada enam dusun yaitu Dusun Bulupugog, Glagaharum, Krajan, Cakruan Klopo Kuning, dan Dusun Rekesan. Warga senang dan apresiasi dengan kepemimpinan Tuwuhadi. “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga desa Jambuwer yang telah mempercayai saya dalam memimpin desa pada periode 2017-2023 ke depan. Serta seluruh perangkat desa yang telah bekerja sesuai dengan tupoksi, sehingga pemerintahan desa berjalan dengan sebaik-baiknya. Selain itu juga kepada kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD),” ujar Tuwuhadi saat ditemui Malang Post kemarin.

Dijelaskan Tuwuh, Desa Jambuwer mempunyai potensi pertanian. Prosentasenya 70 persen pertanian palawija dan 30 persen perkebunan. Wilayah ini sudah meraih banyak prestasi tingkat Kabupaten Malang. Dari potensi tersebut dan penataan pemerintahan desa yang dikelola dengan baik dan transparan dalam setiap kegiatannya, membuat Desa Jambuwer meraih lomba ketahanan pangan peringkat II di tingkat kabupaten Malang.

“Pada hari Jumat (12/5/2017) lalu telah dilaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) Rencana Penggunaan Dana (RPD) tahun anggaran 2017 ke depan. Musdes tersebut merupakan rencana penggunaan dana yang akan dianggarkan dalam pembangun Desa Jambuer di 16 titik. Dengan total biaya pembangunan Rp 699.590.875 juta dan biaya pemberdayaan Rp 92 juta. Seluruh perangkat desa dan warga ikut serta untuk perencanaan pembangunan. Ini merupakan transparansi yang harus diketahui oleh warga dalam menyukseskan setiap program pemerintah pusat maupun desa,” jelasnya.

Tuwuhadi menambahkan, dalam rencana pembangunan di 16 titik tersebut, pembangunan akan diawali dengan drainase pinggir jalan di tiga titik. Paring di 3 titik. Saluran pelepasan irigasi saat musim hujan dua titik. Pembenahan jalan makadam dua titik. Tembok penahan tanah (PTP) di empat titik. Pembanguan Posyandu di dua titik serta pembanguan jalan poros desa (Rabat) satu lokasi.

“Selain itu, pada tahun 2017 ini ada delapan rumah yang akan dibedah dan pemberian santunan sembako pada saat bulan puasa dari dana pendapat asli daerah (PAD). Dalam program yang sudah tercantum dalam Peraturan Bupati dan pusat yang telah disesuaikan dengan peraturan desa, saya berharap dapat berjalan dengan baik. Apalagi dengan adanya pendampingan dari Kecamatan, Pemerintah Kabupaten serta masyarakat sebagai pengawal jalannya pemerintahan Desa Jambuwer yang lebih baik. Khususnya dalam peningkatan sumber daya alam dan sumber daya manusia,” pungkasnya.(mg20/adv/lim)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s