Bumikan Kopi Lokal, Poktan Mekar Tani Edukasi Warga Kelola “Si Merah”

Jambuwer, 16 Januari 2018 – Saatnya masyarakat merasakan nikmatnya minum kopi berkualitas. Bukan sekadar kopi sisa sortir kualitas buruk atau sachetan saja. Begitulah awalnya pemikiran sederhana seorang petani kopi di wilayah Jambuwer, Kromengan,  Kabupaten Malang, bernama Teguh Suwiyono (41). Dia akhirnya mencurahkan pemikirannya kepada petani lain di kelompok tani (poktan) Mekar Tani. Pemikiran tersebut juga…

Mbah Cokroredjo

Mbah Cokroredjo merupakan kepala desa ke empat Jambuwer. Beliau menjabat setelah pj. bapak Asmoredjo dari Karesidenan Kepanjen. Mbah Cokro merupakan putra dari pasangan mbah Demoen (kepala desa ke dua) dan mbah Damarini. Mbah Cokroredjo menjabat kepala desa cukup lama, sekitar 26 tahun yaitu mulai dari tahun 1915 sampai dengan 1941. Sebagai kepala desa, beberapa usaha…

mBah Lebar, kepala desa Jambuwer pertama

Mbah Lebar memang tidak termasuk dalam enam orang yang bedah krawang jambuwer, namun beliau tercatat sebagai kepala desa pertama Jambuwer. Sebelumnya beliau menggantikan mbah Gobro sebagai kamituwo pedukuhan Jambuwer. Beliau menjabat sejak tahun 1867 sampai dengan 1897 setelah beliau pada suatu rapat di desa Kromengan mengusulkan agar pedukuhan Jambuwer dijadikan desa tersendiri. Pada waktu itu…

mBah Demoen

Mbah Demoen (tengah), bersama istri mbah Damarini dan putranya mbah Cokroredjo (kanan) Mbah demoen termasuk dalam enam orang pertama yang datang dan membuka hutan yang kini disebut Jambuwer, sekitar tahun 1857. Mbah Demoen bersama mbah Giso, mbah Senen, mbah Goneng, mbah Koilah dan mbah Prodjo membuka hutan belantara (babat alas) yang lebat tersebut guna dijadikan tanah pertanian, lalu mereka tinggal (ndarung)…