Jambuwer dalam Catatan

“Pada tahun 1900 didirikan suatu proefstation tebu (tempat penyelidikan dan percobaan tebu) di Pasuruan dan di Malang sebagai daerah kopi tahun itu juga mendapat proefstation kopi di Kalibakar (Ampal Gading dan di Jambuwer, Sumberpucung)”

Sumber : Sejarah Daerah Jawa Timur, By Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan

“…. Sebagai Komando Pos pertama dari invasi tentara Belanda, mereka tentukan desa Jambuwer, satu desa yang letaknya satu jam berjalan kaki, melewati jalanan pedesaan yang menanjak ke utara, mulai dari jalan besar Sumberpucung-Welingi-Blitar. Jalan itu pasti akan digunakan Belanda dalam mengadakan offensifnya keluar dari kota Malang lewat Kebonagung, Sumberpucung, Kepanjen terus ke barat menuju Blitar untuk bertemu di Kediri ….”

Sumber : LESTI Nyatakah dia? By Suhario Padmodiwiryo, 2006

“… Kemudian Belanda mengintimidasi kami dengan menembaki Bangelan dan Jambuwer (tempat markas sementara CMDT) dengan artileri dari jalan besar. Beberapa penduduk desa meninggal kerena itu, diantaranya seorang dukun pijat lelaki tua yang terkenal.”

Sumber : Memoar Hario Kecik: Autobiografi Seorang Mahasiswa Prajurit, Volume 1, Suhario Padmodiwiryo, Herman Widodo, Yayasan Obor Indonesia, Jan 1, 1995 – Indonesia – 731 pages

“Hal itu ternyata dapat dicapai, hingga pada hari tersebut kepada para Komandan diberikan briefing di desa Jambuwer. Briefing itu adalah untuk pertama kali diadakan dalam perjalanan kembali menuju daerah asal.”

Sumber : Sekitar TNI hijrah, Indonesia. Angkatan Darat. Dinas Sejarah Militer
Dinas Sejarah, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, 1982

“Pada tahun 1938 Bapak Soepardi Soerjosendjojo pindah ke Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Beberapa lama kemudian beliau mendengar bahwa di desa Jambuwer Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang ada seorang tua yang memejangkan Kawruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan, dan segera bapak Soerjosandjojo mengikutinya, tetapi rupanya tidak ada persesuaian dalam cara pengembangannya dengan Ilmu yang sudah dimilikinya, maka beliau segera keluar dari padepokan itu.”

Sumber : Paguyuban Kawruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan (Organization), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Proyek Inventarisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 1980

Pada tanggal 19 Februari 1949 hari sabtu sekitar pukul 16.00, satu kompi pasukan belanda lengkap dengan persenjataannya memasuki desa peniwen, mereka datang dari arah desa sumber sari dan dari desa jambuwer. Tanpa alasan yang jelas belanda menembaki sekolah dan rumah sakit sehingga membuat kepanikan penduduk khususnya anggota kesehatan yang sedang bertugas, dan belanda memerintahkan semua yang berada di dalam rumah sakit tanpa kecuali untuk keluar menuju halaman sambil mengangkat tangan.

Sumber : Majalah Veteran

Advertisements